Diet Keto: Manfaat dan Risikonya

diet: keto manfaat dan risikonya

Bantu Sebarkan Ke Teman-Teman Anda!

Diet Keto Manfaat dan Risikonya Terapi diet memang ada banyak sekali jenisnya. Orang-orang berlomba-lomba membuat metode diet paling efektif yang bisa menurunkan badan secara cepat. Sampai sekarang ini, ada puluhan metode diet yang bisa diikuti. Dari sekian banyak terapi diet yang ada, Diet Keto menjadi yang paling populer belakangan ini. Bagi sebagian orang, istilah diet keto memang sedikit asing. Akan tetapi, di luaran sana sudah banyak orang yang menggunakan metode diet ini. Pada dasarnya, diet ketogenik atau yang sering disebut dengan diet keto adalah diet yang menerapkan pola makan yang rendah karbohidrat. Metode ini jelas berbeda dengan metode diet pada umumnya. Di sini, yang harus Anda kurangi bukanlah makanan yang mengandung lemak, tetapi makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Di sisi lain, Anda justru diminta untuk memperbanyak lemak dan protein nabati.

Mengapa harus membatasi konsumsi karbohidrat? Penjelasan logisnya adalah saat tubuh kekurangan karbohidrat, jumlah glukosa dalam tubuh pun akan turun. Tubuh akan memecah lemak untuk dijadikan sebagai sumber energi. Proses inilah yang disebut dengan ketosis. Secara luas, metode ini dikenal sebagai metode diet keto. Inilah alasan mengapa Anda justru diminta untuk memperbanyak konsumsi lemak dan protein nabati. Asupan lemak dan protein ini akan menggantikan peran dari karbohidrat sebagai sumber utama energi.

Meski dipromosikan oleh dewa poker online sebagai salah satu diet yang bisa memberikan hasil maksimal dalam waktu singkat, beberapa orang masih meragukan manfaat dari diet ini. Anda orang-orang yang justru menganggap bahwa diet keto adalah diet yang berbahaya. Supaya tidak simpang siur masalah informasi manfaat dan risiko diet Keto, kita lihat saja beberapa penjelasan lengkapnya berikut ini. Penjelasan tentang manfaat dan risiko diet keto akan dijelaskan pada poin-poin berikut ini.

 

 

 

  1. Manfaat Diet Keto

Profesor dari Universitas Sapienza, Italia, pernah melakukan sebuah penelitian tentang Diet Keto. Hasil penelitian tersebut adalah sebanyak lebih dari 19 ribu peserta diet Ketosis mengalami penurunan berat badan yang sangat cepat. Efek sampingnya juga sangat sedikit. Bahkan, sebagian besar peserta diet ketosis tidak mengalami kenaikan berat badan yang drastis setelah 1 tahun. Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode diet keto memang menjadi cara terbaik untuk menurunkan berat badan, khususnya mereka yang menderita obesitas. Efek samping yang paling banyak dirasakan peserta diet keto adalah kelelahan. Kelelahan ini bisa dikurangi dengan istirahat cukup dan berolahraga.

  1. Risiko Diet Ketogenik

Lisa Cimperman, seorang ahli nutrisi dari Cleveland, kurang setuju dengan diet ini. Lisa menjelaskan bahwa berat yang berkurang ketika seseorang menjalankan diet keto adalah berat air dalam tubuh. Saat tubuh masuk dalam fase ketosis, tubuh akan kehilangan massa otot sehingga menyebabkan kelelahan. Singkatnya, fase kelelahan ini akan membuat seseorang memasuki fase kelaparan. Dalam hal ini, seseorang justru akan sulit kehilangan berat badan. Ahli lain menuturkan bahwa diet keto memang efektif, tetapi ada risiko lain yang tak boleh didiaman begitu saja. Diet Ketogenik bisa merusak otot, termasuk otot jantung. Diet ini hanya disarankan untuk jangka waktu pendek saja.

Itulah penjelasan mengenai manfaat dan risiko dari metode diet keto atau ketogenik. Supaya lebih aman, Anda bisa melakukan diet ini untuk jangka waktu tertentu saja, misalnya 6 bulan atau 8 bulan. Seperti yang telah dijelaskan di atas, diet ini memang tidak boleh dilakukan dalam jangka panjang.

Bantu Sebarkan Ke Teman-Teman Anda!